GANDENG ROYAL ATK, JURUSAN OTKP SIAP BERSAING DI DUNIA KERJA

Perkembangan kurikulum yang semakin pesat, sehingga SMK harus menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada di Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) saat ini. Setelah penyelarasan kurikulum akan ada kegiatan-kegiatan lainnya dengan tujuan agar output yang dihasilkan dari jurusan OTKP bisa benar-benar diserap dengan baik didunia kerja.

Selaras dengan hal tersebut Revolusi industri 4.0 adalah perlembangan teknologi yang fokusnya pada teknologi digital.

Alasan Royal ATK Malang bersedia terjun ke instansi pendidikan karena berangkat dari siswa yang PKL di Royal ATK Malang. Apa yang dibekali oleh sekolah berbeda dengan apa yang dibutuhkan oleh industri. Sehingga pihak Royal ATK Malang mulai mengunjungi SMK-SMK yang bekerjasama saat PKL untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri.
SMK harus bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri, terlebih saat ini sudah memasuki revolusi industri 4.0
Buka mindset siswa untuk bersedia moving dan keluar dari zona nyaman.

Siswa ditempa saat kelas X (Fase E) dan XI (Fase F) agar dikelas XII siap kerja.


Buat siswa lebih percaya diri dan memiliki daya saing. Untuk skill masih bisa dilatih selama 3 tahun.
Budaya siswa mulai usia 16 tahun adalah melayani. Sehingga saat lulus siswa akan bisa melakukan pelayanan dengan baik.
Minggu depan akan membuat modul dengan materi masukan dari DUDIKA yang didalamnya ada KKNI dan CP agar jika ada regulasi kedepannya bisa menyesuaikan.
Sekolah kalau bisa harus ada mini office yang didalamnya ada macam-macam divisi yang akan mengakomodir kebutuhan kompetensi siswa. Mulai dari divisi HRD (Otk. Kepegawaian), divisi keuangan (Otk. Keuangan), hingga pengelolaan kantor (Otk. Sarana dan Prasarana).
Mini office mengelola usaha sekolah (toko ATK, dsb). Nantinya toko milik sekolah akan dikelola oleh siswa, lalu yang mengelola adalah orang-orang di mini office. Masing-masing divisi di mini office akan diberikan sentuhan perusahaan melalui sistem secara komputerisasi.

Tahun ini adalah generasi Z yang mana 4-5 tahun kedepan akan menggantikan kita diindustri formal, sehingga perlu untuk dipersiapkan dengan matang agar lulusan OTKP memiliki daya saing didunia kerja.
Setelah sinkronisasi usai, dilanjutkan pembuatan modul yang mencakup kompetensi yang diharapkan oleh sekolah lalu dimasukkan ke divisi apa saja, sampai pembuatan SOP. Format silabus sinkronisasi kurikulum sesuai dengan yang ada di industri. Mini office nantinya akan dikelola oleh kelompok-kelompok.

Tags